menunggu

wait

Pernah nunggu? Mungkin gak ada satu orang pun di dunia ini yang belum pernah nunggu. Nunggu orang, nunggu pekerjaan, nunggu panggilan, nunggu telepon, nunggu balasan chat, nunggu orang datang, nunggu antrian, nunggu waktu berpihak sama kita, dan nunggu-nunggu lainnya. Sesabar apa sih kamu menunggu sesuatu?

Jawabannya pasti beda-beda, karena saya pun punya banyak jawaban berbeda saat menjabarkan kata menunggu. Selalu ada kata “tapi” saat menjelaskan sesabar apa menunggu sesuatu. Berapa kali kamu mengecek handphone kamu saat sedang menunggu telepon atau saat menunggu chat dibalas, gak mungkin cuma sekali. Kamu berharap saat mengecek handphone, balasan itu sudah ada, ternyata enggak. Kesel, sebel, campur aduk, tapi kamu gak bisa berbuat apa-apa. Hehe

Apa sih yang bikin kamu betah nunggu sesuatu? Biasanya karena adanya pengharapan akan sesuatu, tapi ternyata pengharapan itulah yang membuat kamu kecewa saat apa yang kamu harapkan tidak terjadi. I feel you.

Gak usah menyalahkan diri sendiri saat kecewa, bukannya kecewa itu wajar? Sangat wajar asal kamu tidak kehilangan diri sendiri dalam proses menunggu. Kenapa sih saya tulis tulisan ini? Karena saya sedang dalam posisi menunggu, menunggu sesuatu yang mungkin saya tahu betul jawabannya dan hasilnya. Tapi hati saya bilang “sedikit lagi, kamu harus tetap nunggu”, biar saya gak penasaran, saya lakukan itu–menunggu.

Dalam prosesnya, saya tahu menunggu itu gak gampang. Kamu tahu berapa banyak waktu yang terbuang saat kamu menunggu sesuatu? Banyak! Dan apapun yang terjadi nyatanya kamu tetap menunggu. Iya, hati kadang sesabar itu. Apalagi kamu menunggu orang yang kamu sayang, saya yakin batas kesabarannya kamu tambah untuk urusan satu itu. Sementara kamu menunggu, kamu bisa menyiapkan diri untuk baik dan buruknya hal yang nanti akan terjadi. If s(h)e too blind to see your efforts, you know where to stand, right?

Saya kutip sebuah quote :

waiting2

Gak usah saya jelasin, kamu pasti udah pada ngerti kan, ya?

Sesulit apapun proses menunggu, nikmati aja. Karena cuma kamu juga yang bisa merasakan hasil dari menunggu itu. Kalau terlalu banyak orang yang kasih kamu saran saat menunggu, kamu boleh dengar, boleh juga tidak. Gak ada keharusan kamu harus membahagiakan orang lain dengan melakukan saran mereka.

Percayalah gak ada yang mati cuma gara-gara nunggu, kecuali nunggu abang go-food yang gak sampe-sampe padahal kamu udah gak makan dari SD.

Good luck buat siapa pun di luar sana yang sedang dalam proses menunggu, semoga hasilnya sesuai dengan yang kamu harapkan. Kamu juga yang tahu pintu keluar saat kamu sudah lelah menunggu. Kamu tahu masih sepanjang apa tali kesabaran yang kamu ulur untuk menunggu.

One day, akan ada yang datang dan bilang :

waiting3

Hari itu pasti datang, ketika semua harapanmu akan dibayar lunas dengan kebahagiaan. Tuhan tahu usaha kamu dan memberi kamu hal yang pantas buat kamu dapatkan. Selamat menunggu!

Advertisements

Yang #MemesonaItu Adalah Pulau Pasir

Menurut saya yang hanya sedikit memahami bahasa Indonesia, “memesona” itu artinya memukau, membuat seseorang terpukau, membuat terkesima, mengagumkan atau menarik perhatian.

Kita, saya, kamu pasti pernah melihat sesuatu yang begitu memesona di suatu tempat sampai tidak bisa mendeskripsikannya ke dalam kata-kata. Meski memiliki kesempatan beberapa kali menapakkan kaki di luar negeri, ternyata tempat yang membuat saya terpesona ada di Indonesia. Karena tiap orang memiliki pandangan berbeda terhadap suatu tempat, maka izinkan saya memperlihatkan salah satu tempat yang tak berhenti membuat saya berdecak kagum.

Bulan Februari tahun 2016 saya mendapat kesempatan pergi ke pulau Belitung karena mendapatkan tiket dengan harga super murah. Saya dan 2 teman saya nekat pergi ke Belitung meski banyak yang bilang bulan Februari sering terjadi badai dan air masih sering pasang. Kalau kami batal pergi, tiket yang kami beli pasti hangus karena tidak dapat di-cancel. Kami pergi dan berharap dapat view bagus di belitung nanti meski cuaca masih musim hujan. Landing di bandara super mungil, kami disambut hujan deras. Karena perjalanan yang super mepet juga super mendadak, kami tidak sempat membuat itinerary. Kami hanya mengandalkan panduan dari bapak taksi yang kami sewa mobilnya seharian.

Liburan di pulau Belitung hari pertama diisi dengan sarapan di tempat mie ayam jamur/bakmi. Soal rasa gak perlu khawatir, mie ayam jamurnya enak banget. Mungkin saya gak akan menemukan mie ayam jamur seenak ini di Bandung.

Asyiknya lagi, Belitung bebas macet, dari satu tempat ke satu tempat hanya butuh waktu gak lebih dari 30 menit. Setelah selesai dengan urusan perut, kami mampir di hotel untuk menyimpan semua barang bawaan. Hari pertama kami hanya berteduh di pantai Laskar Pelangi yang banyak batu-batu besarnya. Menikmati embusan angin laut.

Hari kedua, petualangan kami dimulai. Pagi-pagi kami dijemput driver dan diantar ke sebuah pantai di mana kami sudah dipesankan sebuah kapal. Rencananya kami akan keliling pulau-pulau kecil, snorkeling dan jalan-jalan di laut seharian. Ini kapal kami, ada seorang kapten kapal dan 1 awak lainnya yang bertugas menurunkan jangkar.img_5004

Sepanjang perjalanan, ombak dan gelombangnya lumayan besar, kapal gak berhenti jumping-jumping, untung salah satu dari kami gak ada yang mabuk laut. Perjalanan aman sampai tiba di pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercusuarnya. Selesai berendam sedikit di pulau Lengkuas, pak kapten kapal mengajak kami ke tengah laut untuk snorkeling. IMG_5022

Selanjutnya si kapten menunjukkan sebuah tempat yang sangat unik, katanya kita hanya bisa melihatnya menjelang sore hari. Ini bukan membicarakan tentang senja yang banyak dikagumi banyak orang dan memang saya akui kehadiran senja juga memesona.

Saya ingin menceritakan tentang sebuah pulau kecil di antara pulau-pulau indah di Belitung. Inilah Pulau Pasir! Pulau ini hanya muncul ketika airnya surut sekitar pukul 3 sore. Ketika pasang, kawasan ini merupakan laut yang membentang luas diantara banyak pulau kecil. Mungkin menurut kamu, apa bagusnya ada gundukan pasir di tengah laut? Buat saya ini hal baru yang memesona yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Kamu lihat air berwarna hijau itu? Air laut terindah yang pernah saya lihat, meski mungkin di bagian Indonesia lainnya ada keindahan semacam ini.

Ternyata hal indah itu ada di Indonesia tepatnya di kepulauan Belitung. Satu jam berada di tempat ini membuat saya makin sadar kecilnya saya di dunia ini, di hadapan Tuhan dan alam. Saking memesonanya tempat ini, saya sampai bergumam dalam hati “andai saya bisa membawa pulau pasir ini ke Bandung” agar saya bisa melihat kapan saja saya mau.

Yang membuat tempat ini makin memesona adalah suara angin, suara air warna air dan warna langit. Jauh dari kebisingan klakson di kota besar, jauh dari udara pekat hasil dari kendaraan dan juga kamu tidak akan menemukan orang yang meminta uang parkir saat akan memasuki daerah pantai.

Kebetulan waktu itu hanya ada kapal yang saya tumpangi yang merapat di Pulau Pasir. Gak berhenti saya mengucap syukur bisa melihat tempat ini saat pergi ke sana. 

Saya jatuh cinta pada Belitung dengan segala yang ada di dalamnya, dengan keramahan orang-orang yang tinggal di sana, dengan kopi susunya, dengan bakminya, dengan pulau Lengkuas, dengan pasir pantainya dan dengan Pulau Pasir.

D(ANGER)S

anger

Semua orang, termasuk saya pasti pernah marah. Kemarahan dipicu oleh banyak hal, terutama saat seseorang sedang dalam keadaan stress pasti akan gampang tersulut emosi. Ketika tersinggung,  kita akan sibuk membela diri sendiri, dan akan memikirkan kejelekan orang yang membuat kita tersinggung itu. Mungkin cuma saya doang yang kayak begitu, kalian enggak, hehe. Perkara yang paling membahayakan dari rasa tersinggung adalah timbulnya penyakit hati seperti rasa merendahkan orang lain dan malah mungkin kita mulai menfitnahnya lho biar lebur semua kekesalan kita. That’s why, anger is danger, sist!

Siapa sih yang biasanya menjadi objek yang bisa kamu marahi? Banyak! Kalau kamu atasan, ya pastinya yang jadi objek kemarahan kamu adalah karyawan di bawah kamu, gak mungkin kamu marah-marah sama CEO. Biasanya juga kamu bisa uring-uringan ke pacar, adik, orang tua, teman dan orang-orang yang sangat mungkin kamu marahi di jalan. Bener, ga? Rasa marah itu bikin kamu rugi banget, selain membuat hubungan renggang, juga kamu bisa menyesal di akhir. Gara-gara amarah, kamu bisa aja kan putus sama pacar? Padahal dia gak salah apa-apa, dan gak ada lagi yang manjain kamu. Apalagi marah sama orang tua kan ya? Ya dosa dan mau minta maaf pun malu. Atau ada seseorang yang selalu bikin kamu pengen marah? Hal yang pertama harus dilakukan adalah intropeksi, perbaiki hubungan tapi kalau usaha itu gak berhasil, kamu bisa mulai dengan bersikap acuh sama orang-orang yang pengen bikin kamu marah.

Kita gak mungkin bisa menghilangkan rasa marah, yang kita bisa cuma mengontrol emosi. Gak ada cara menghilangkan rasa marah, yang ada hanyalah cara untuk mengendalikan dan meredakan kemarahan. Orang yang gampang emosi, gampang marah dan tersinggung, biasanya bisa terang-terangan mengekspresikan kemarahannya. Di satu sisi itu baik karena dia mengalirkan energinya. Tapi sisi buruknya, kalau kemarahan itu dilampiaskan dengan cara yang tidak sehat, misalnya main pukul.

Kalau kamu memang gampang tersinggung dan marah, mungkin kamu harus beradaptasi dengan lingkungan kamu. Misalnya kamu harus belajar bagaimana bergaul dengan orang-orang humoris. Percaya gak percaya nih, banyak orang menyimpan kemarahan sepanjang hidupnya akibat kekurangan cinta, entah itu kekurangan cinta dari orang tuanya, pasangan, atau pun lingkungan, bikin mereka menjadi pribadi yang pemarah dan pendendam, lho. Coba deh tebarkan cinta, selain gak mahal karena gak pake modal, menebarkan cinta membuat hidup lebih bahagia dan orang-orang akan mencintai kamu juga. Bahasanya berat ya, sist?! Haha.

Tenangkan hati saat sedang marah, sist. Alihkan perhatian sama sesuatu yang kamu sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi misalnya aja taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lainnya bisa jadi tempat yang cocok buat meredakan emosi.

Sesi curhat akan selalu ada ditengah masalah, mau masalah sudah tuntas, sedang terjadi atau belum terjadi.  Curhat itu ajang yang sangat penting, tapi curhatlah ke orang yang tepat, yang bisa ngasih kamu solusi terbaik dan bukan malah menambah masalah. Oke? oh ya, kamu akan keliatan lebih cantik atau cakep pas kamu senyum, bukan pas marah. 🙂

Drama di Malaysia

Harusnya cerita ini diposting 3 tahun lalu, tapi gak apalah baru ditulis sekarang biar bisa dibaca lagi kapan-kapan. Tepat tanggal 6 Des 2013 saya dan 2 teman saya ceritanya liburan ke Malaysia padahal baru aja postoperasi amandel, nekat aja ikut. Buat yang baru mengenyam rasanya traveling dadakan kayak saya rasanya seneng banget apalagi dapet tiket murah pulang-pergi Bandung-Johor Bahru-Bandung cuma 400rb.

Tanggal 6 Des 2013 flight paling pagi, 05.30 WIB dari Bandara Husein Sastranegara menuju Johor. Kota yang gak sesibuk Kuala Lumpur dan banyak pembangunan di mana-mana (saat itu). Sampai di Johor kita langsung pesan bus ke Kuala Lumpur, busnya lumayan nyaman dengan kursi 2-1, colokan buat recharge hape dan wi-fi kenceng. Lumayan banget buat bus seharga RM35. Drama pun dimulai, terjadi tabrakan beruntun di tol menuju Kuala Lumpur, entah tepatnya di mana. Stuck selama 8 jam padahal kita sedang buru-buru ke Genting Highland. Rencana sampai ke KL siang hari tinggal mimpi. Baru sampai di KL jam 8 atau 9 malam.

Cara satu-satunya ke Genting adalah dengan menggunakan taksi. Lupa kita kena charge berapa kayakanya sekitaran RM100. Huft. Sampai di Genting jam 11 malam, check in di Hotel First World yang kamarnya sempit banget. Berhubung budget traveling, satu kamar buat bertiga. Seru? Tentu! Drama? Pasti! Hahaha

Malam hari di Genting gak ada apa-apa selain kabut tebal dan hujan rintik-rintik. Keliling casino sebentar dan makan fastfood abis itu kita tidur. Tanggal 7 Des melanjutkan jalan-jalan di sekitar Genting ke Kuil Gua Chin Swee, tiba-tiba hujan dan saya salah kostum. Pake celana pendek dan kaos dengan punggung terbuka bikin mules, jangan ditiru. Rencana naik gondola pun kandas, hujan deras dan gak boleh ada gondola beroperasi.

wpid-20131207_115327.jpg

Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke kawasan Berjaya Hills, pengen liat bangunan kayak di Colmar Perancis. Satu kompleks Berjaya Hills ada beberapa tempat seperti Japanese village dan Botanical Garden. Ada juga café dan hotel tapi kita gak nginep di sana soalnya udah kebelet belanja di Bukit Bintang.

wpid-1386605193167.jpg

Selesai dari Berjaya Hills lanjut liat Istana Raja Malaysia, itu sebenarnya sekalian kelewatan aja sih dan si driver hotel bilang wajib disinggahi. Yowes gimana driver ajalah. Next stop is Bukit Bintang, nginep di Hotel Central Pudu, hotel jadul yang segalanya sungguh oke, mulai dari kasur, besarnya kamar dan sarapannya. Check in, simpen barang, mandi dan langsung pergi belanja!

Ternyata gak banyak yang bisa dibeli di sana, ya emang tujuannya juga buat jalan-jalan sih bukan buat belanja. Capek jalan-jalan terbayar sama nasi goreng endues yang gak sempat diabadikan di Chinese resto pinggir jalan dan lupa nama restonya apa. Pokoknya enak banget, kita juga nyoba stingray dikasih sambel. Kamu mesti cobain, gak amis sama sekali dan enak. Sampe ada bule nyemperin ke meja kami karena wanginya ke mana-mana.

“Do you speak English?”

“Yes.”

“Whats the name of this fish? Look very delicious.”

“This is stingtay.”

“Oh, okay. I will buy that food tomorrow.”

Sampe bule aja ngiler ngeliat kita makan itu ikan. Dia juga pasti heran kita makannya kayak dikejar srigala.

Tanggal 8 Desember 2013, masih di Bukit Bintang, masih keliling-keliling cari makan, barang dan cuci mata sampai jam 3 sore. Ah iya, kita juga makan nasi Hainan yang halal di sekitaran Bukit Bintang tapi lupa juga nama restonya apa.

Time to go back to Johor, gak ngerti harus beli tiket di mana kita bolak balik KLCC terus ke Klang Sentral, balik lagi ke KLCC ternyata beli tiket itu di Klang Sentral. Drama banget gak, tuh? Akhirnya dapat tiket bus ke Johor dengan harga RM38 lewat calo orang India. Lebih mahal RM3 dari tiket sebelumnya. Asal bisa balik ke Johor ajalah pikir kami. Bus baru dating jam 5 lewat itu pun bus-nya gak naikin penumpang di terminal resmi. And yes, bus yang kami naiki jauh dari ekspektasi, kami pikir akan dapat bus serupa seperti perjalanan ke Kuala Lumpur. Bus ini bau, kaca depan retak, tempat duduk sobek-sobek. Jadi buat kalian yang mau ke Johor pake bus pastikan pesan tiket via online dijamin kamu gak akan dibohongin calo.

Berhubung yang kami naiki itu bus bobrok, jalannya pun kayak siput. Di daerah Ponti kami diturunkan di sebuah restoran yang sepertinya tempat mamang-mamang sopir truk beristirahat di situ. Gak lama ada sebuah bus merapat, kami yang lagi duduk heran banget liat kernet yang teriak-teriak bangunin penumpang di bus yang baru aja menepi.

“Bangun! Tunjukan passport.”

Penumpang  di dalamnya panik, ada yang hilang sandal lah, ada yang hilang tas lah, ada anak kecil yang jerit-jerit lah, pokoknya kami cuma bisa ngakak liat mereka. Dari pengawasan kami sepertinya mereka adalah TKI illegal soalnya mereka berbahasa Indonesia dan bilang gak punya passport atau visa.

Kami lebih kaget lagi ketika bus kami di-switch sama bus yang baru saja menepi itu. Bus ini lebih bobrok dari yang tadi dan waktu sudah menunjukkan jam 1 malam. 8 jam lagi kami di perjalanan, pantat udah serata jalan yang dibeton. Dari Ponti ke Johor mungkin 1,5 jam. Akhirnya kami sampai di Johor, isi perut dulu di resto fasfood setelah itu cari taksi ke hotel.

Sukses cari taksi dan waktunya istirahat di hotel. Hotelnya berada di satu kompleks ruko, semacam hotel esek-esek yang jarang banget ada yang nginep di situ. Tembok lembab dan di pintu masuk cuma ada hiasan kertas tulisan selamat datang dengan huruf china. Sementara temen saya check in, saya dan salah satu teman lainnya memperhatikan layar CCTV, tiba-tiba sekelebat makhluk melintas di salah satu layar. Aha! Drama mulai lagi, kami pegangan tangan naik ke kamar sampai mandi aja pintu kamar mandi gak ditutup saking seremnya.

Akhirnya setelah drama tadi, kami bisa tidur dan bisa tepat waktu sampe bandara jam 8 untuk flight jam 09.15 waktu Johor. Tulisan ini bukan pengen ngasih tau berapa budget yang harus dikeluarkan atau tempat mana saja yang wajib dikunjungi saat ke Malaysia. Lewat tulisan ini saya hanya ingin menyimpan keseruan jalan-jalan dan drama selama perjalan siapa tahu ada yang pengen baca.

Sama siapa pun kamu traveling pasti ada cerita di dalamnya.

LDR

Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Dalam fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung). Ini adalah arti jarak menurut Wikipedia. Kalau menurut kamu jarak itu apa?

Ngomongin jarak, pasti gak jauh-jauh dari hubungan percintaan beda kota, pulau, bahkan negara. Ada yang pernah ngalamin LDR beda negara? Aduh pasti mahal diongkos, ya? Tapi jarak biasanya bukan halangan buat berhubungan sama seseorang. Ada yang berhasil ada juga yang enggak, ya tergantung sama tebalnya kesabaran yang mereka punya sih, kalau tebal kesabarannya kayak lemak walrus-saya yakin mereka bisa menjalani hubungan tersebut tanpa hambatan. LDR tidak cocok *bold, underline, italics* buat kamu yang curigaan, insekyur, harus dikasih kabar tiap jam, atau harus videocall setiap hari.

Beda waktu, beda tempat dan beda kebiasaan bisa jadi ranjau yang tiba-tiba meledak dalam sebuah  LDR. Kecuali kamu asyik-asyik aja kalo dia jalan sama temennya, kamu seneng kalo dia bisa menekuni hobinya meski gak ngasih kabar, dan ngasih dia waktu buat kerja atau istirahat tanpa rengekan. Teknologi udah canggih banget ‘kan, kamu bisa memanfaatkannya dengan maksimal dengan cacatan tidak ada yang dirugikan. Paling boros kuota aja, ya?! *curcol*

Saling percaya dan komunikasi adalah koentji utama dalam LDR. Jarang komunikasi adalah akar dari miskomunikasi, gampang banget menimbulkan percikan emosi, amarah, lalu marah besar dan terjadilah keributan. Biasanya kalo marah keluar tuh kata-kata “kita udahan aja!” terus jadi galau. Ya, gak semua kayak gitu juga sih, cuma banyaknya ya cerai berai. *sad*

Kenapa harus saling percaya? Yakali gak saling percaya ya sama sang pujaan hati. Gak saling percaya mah hubungan bisa kelar secepat kedipan mata. Jangan percaya 100% juga, sisain sedikit buat rasa penasaran. Biar berusaha cari informasi tentang si dia. Ehehehe, bukan ngajarin jadi detektif, lho!

Menjalani LDR itu gak mudah, banyak yang harus dikorbankan. Pas kangen gak bisa langsung ketemu, belum lagi sama kesibukan masing-masing. For your own good, cari pacar sekota aja. Biar kalo ada apa-apa gampang. Pacar adalah orang pertama yang bisa diandalkan, ya kalo pacarnya sayang banget sama kamu, sih. Sungguh kalimat barusan tidak membantu. Hahaha.

Saya harap sih tulisan ini gak dibaca Ust. Felixiaw soalnya pasti disuruh putus. Selamat LRD-an buat kamu yang hatinya sekuat baja. Mari saling menguatkan!

Random banget gak sih tulisan ini?

Online Dating Application

Pertanyaan fenomenal “kapan nikah?” yang tiap tahun selalu terdengar gaungnya pasti udah bikin gendang telinga agak sedikit terluka, hati juga sih. Apa sih yang bikin kalian menunda pernikahan? Saya sih nunda pernikahan karena belum ada calonnya dan kayaknya belum siap juga buat mengarungi bahtera rumah tangga *halah bahasanya*.

Tapi serius, guys. Nikah itu kayaknya gak gampang apalagi gak disokong kepercayaan dan materi yang cukup. Kayaknya sih gitu.

Apa yang kalian lakukan buat mendapatkan pasangan? Dikenalin temen? Temen waktu kuliah, SMA,SMP, SD atau TK? Ta’aruf? Atau yang lagi banyak digandrungi sekarang, cari pasangan lewat online dating application? Trust me, cari pasangan yang cocok itu gak gampang! Jadi buat yang suka bilang “belom move on lu?” babuk aja pake bata. Ini keliatannya curhat banget, ya? Hahaha emang iya.

Orang yang dicomblangin temen buat kamu belum tentu baik, pun pasangan yang kamu kenal dari online dating application belum tentu gak baik. Saran saya sih kamu harus membuka lebar kesempatan buat siapa pun. So, gimana caranya kenalan di online dating application biar gak salah pilih? Ini berdasarkan pengalaman aja sih, proses dan hasil tergantung dari orangnya juga.

Cara dowmload dan daftar pasti kalian udah tau, kan? Tinggal pilih tuh aplikasinya, ada Tinder, Skout, setipe.com, okecupid, Zoosk, Clover Dating, Match, Badoo dan masih banyak yang lainnya. Siapkan beberapa foto yang menarik, jangan foto punggung doang ya, apalagi foto motor atau foto mobil keren kamu! Beberapa orang gak tertarik sama orang yang suka pamer. Foto kamu lagi traveling boleh dijadikan foto utama tuh. Tapi jangan terlalu banyak pake filter nanti jatohnya kayak Riana Rara Kalsum. Pokoknya pasang foto paling cantik atau ganteng ya, guys. Kamu pasti disuruh bikin profil yang menjelaskan diri kamu, please jangan pernah cuma nulis “simple” doang di profil, percaya deh kalimat lucu yang kamu tulis di profil, bakal lebih menarik buat dibaca.

Tulis dengan jelas dan singkat tujuan kamu ada di online dating application, biar orang baca dan tau tujuan kamu. Gak semua orang yang ada di online dating application tujuannya sama kayak kamu, ada yang buat fun, cari temen ngobrol, cari SPG/SPB, MLM, dan jualan *jualan mah di IG aja woy* aduh maaf suka kebawa emosi. Hahaha. Jangan lupa setting akun kamu kayak misalnya kamu tertarik sama calon pasangan yang umurnya dari berapa sampai berapa gitu. Terus lokasinya juga harus disetting, siapa tau kamu gak tertarik sama orang di beda kota atau negara. Ribet, ya? Enggak kok, seru malah.

Saya pernah download beberapa aplikasi sih, tapi yang dipake cuma 2 yaitu Skout sama Tinder. Nah, di kedua aplikasi kencan ini kamu akan menemukan banyak akun fake, mau itu orangnya pake foto palsu atau  orangnya ada di situ cuma buat nipu/minta uang sama korban. Baik-baik ya kenalan sama orang di apikasi kencan ini, kalau mau tau rekam jejaknya kamu tanya nama asli, lalu googling deh, kalo ada akun FB/twitter/instagram lebih gampang trackingnya. Sesekali jadi stalker gak dosa kok. x)))

Jangan heran juga kalo di aplikasi tadi kamu nemuin keluarga, teman, temannya teman, kenalan, temennya temen kantor, gebetannya temen, anak hip-hop, anak gang sebelah, anak komplek sebrang, gebetan waktu SMA, dan mamang penjaga warung indomie. Ternyata banyak juga yang cari pasangan, ya? YOU NEVER WALK ALONE! Paling kamu cuma ketawa-ketawa liatnya, saya juga. Hvft.

Kalo di Tinder, kamu harus match biar bisa ngobrol, kalo di Skout kamu bisa ngobrol sama siapa aja dari belahan dunia mana pun. Tapi tetap waspada sama scammer dan jangan pernah mau dimintain foto nude, don’t ever share it, ya! Silakan berkenalan dengan siapa saja, dari mana saja asal tetap waspada. Gak suka tinggal swift left, suka tinggal swift right. Kadang ada yang kita suka eh dianya gak match juga. Sabar ya, itu ujian buat kamu, masih banyak kok yang lainnya.

Kalo ada yang match dan tukeran no handphone atau line atau apapun, usahakan ajak dia videocall, dengan begitu kamu yakin kalo dia real. Tapi memang ada kekurangannya juga sih ada beberapa oknum yang suka menyalah gunakan videocall buat berbuat gak senonoh. Just block!

Segitu dulu deh tulisan tentang alpikasi kencan dari saya, nanti kalo ada yang baru kan bisa di-update ya! Semoga kamu berhasil mendapatkan pujaan hati. Ada hal yang bisa kamu usahakan buat mendapatkannya. Kalo dibilang pathetic gara-gara kamu mainan online dating application gak usah didengerin ya, kamu berhak kok mendapatkan kebahagiaan. Oh iya, orang yang emang tertarik sama kamu akan ngejar kamu dan gak akan merusak kamu.